Sabtu, 15 Desember 2018

Cemburu


Selama hampir 6 bulan pacaran, hubungan kami tampak baik-baik saja gak pernah ada masalah yang terlalu serius. Sekali ada masalah kita berdua selalu menyelesaikan dengan baik. Aku merasa kami cukup dewasa dalam menjalani hubungan ini. Mestipun saat itu kami sedang menempuh semester 6 (semester yang cukup sibuk). Dia sibuk dengan banyaknya praktikum, mengejar IPS-nya yang tertinggal dan aku lagi sibuk-sibuknya dengan tugas rancang. Tapi kita tidak pernah bertengkar karena waktu untuk chatingan dan ketemu sangat jarang yaitu 2 minggu/3 minggu sekali. Ya...its okay kita saling mengerti dan mendukung satu sama lain. Rasanya bersyukur banget bisa menjalani sebuah hubungan yang saling pengertian dan tidak menuntut satu sama lain.

Suatu hari menjelang semester 7, saat itu aku sedang galau-galaunya mencari tempat untuk KP (Kerja Praktek). Aku mengapply KP bersama teman dekatku yaitu Fitri dan Nabila. Sudah banyak proposal yang kami kirimkan ke Perusahaan sana sini. Kebanyakan untuk waktu yang kami apply buat KP sudah penuh. Rasanya hampir putus asa karena belum menemukan tempat KP, hingga akhirnya harus mencari-cari langsung ke Perak. Ada satu perusahaan yang saat itu menjanjikan menerima kami KP disana, dan 1 minggu akan dihubungi, cukup lega rasanya. Namun, seminggu lebih sudah berlalu tidak ada kabar apapun. Akhirnya aku menelpon perusahaan tersebut dan kata operator tersebut sedang di proses dan harus menunggu 1 bulan lagi. Cemas, sedih dan bete bercampur jadi satu, sedangkan waktu menuju KP tinggal 1 bulan lagi. Kemudian 1 bulan terlewat akhirnya aku hubungi lagi dan gilanya bilang bahwa kuota KP disana sudah penuh. Panik dong, nangis dong... Tapi alhamdulillah aku punya dia yang selalu setia dengerin segala keluh kesah ku, membantu membuat proposal KP serta memberikan saran-saran yang membuatku tenang, tak hanya itu dukungannya selalu menyertai langkahku. Dan untungnya juga saat itu aku, fitri dan nabila tidak hanya mengandalkan satu perusahaan, kami mencoba apply di perusahaan lain. Berkat saran dari om ku, kami mencoba apply di salah satu perusahaan galangan kapal swasta di Bangkalan Madura. Dan alhamdulillah applyan kami diterima dengan cepat 10 hari sebelum masa KP tiba.

Saat itu dia sudah melewati masa-masa KP satu bulan lebih dulu dari pada aku, jadi pas aku KP dia lebih banyak nganggur di rumah. Saat KP, aku memutuskan ngekos di Bangkalan kota karena jarak rumahku ke Bangkalan cukup jauh dan gak kuat kalo harus pulang pergi tiap hari. Aku menjalani hari-hari KP dengan berbagai rasa yang aku rasakan ya ada sedih (kangen orang tua dan keluarga), seneng (karena orang-orang sana baik, ramah dan mau mengajari) dan kadang juga bete/baper (karena kadang ada perbedaan pendapat yang membuat cekcok diantara aku, fitri dan nabil. Tapi itu hal biasa). Ya begitulah hidup sedih seneng itu sepaket, mau gak mau ya harus hadapi. Semakin hari aku merasa senang KP disana, selain baik ternyata orang sana lucu-lucu dan kadang resek suka goda-godain. Yaa, aku maklum sih, karena disana galangan kapal dan populasi cewek minoritas, aku dan teman-teman pun santai-santai aja selama masih dalam batas sopan. Disana karyawannya masih muda-muda jadi asyik kalo sharing-sharing gitu. Keakraban itulah yang membuat kami makin dekat dengan karyawan-karyawan jadi sering makan bakso alun bangkalan bareng, ngopi bareng dan bercanda bareng, sehingga kadang suka di jodoh-jodohkan. 

Aku setiap sabtu dan minggu selalu pulang kerumah dan setiap itu juga dia nyamperin aku buat jalan melepas kangen (Ya ampuun jadi kangen kalo inget masa-masa ini ). Aku sama dia udah sepakat untuk jujur masalah apapun, saat itu aku cerita hari-hariku saat KP. Aku cerita kalo seneng disana, lingkungan KP yang nyaman dan orang-orangnya baik, ramah, terus karyawan disana masih muda dan baik-baik sering teraktir makan, ngopi, ada yang ngajak nonton. Ntah dari cerita ku itu dia cemburu dengan salah satu karyawan disana. Sikap dia berubah jadi posesif sekali yang terkadang membuatku kesel sama sikapnya. Dia kepo chatku, dia minta semua password sosial media ku, minta tukeran hp, dan dia selalu minta screenshot chattinganku ketika kami tidak bertemu. Dia takut aku suka masnya, dia takut aku perpaling darinya. Padahal dia tau juga bahwa masnya punya pacar juga saat itu. Tapi ntahlah semua penjelasanku untuk meyakinkan dia tidak guna dia tetap cemburu dan memintaku memblokir semua sosmed masnya yang aku punya. Saat itu aku marah, karena bagiku tiba-tiba memblokir seseorang tanpa ada masalah itu seperti orang jahat apalagi saat aku KP, mas tersebut banyak membantu ku memberikan ilmu dan pengetahuan baru tentang kapal. Ternyata kemarahan ku pun tidak cukup membuatnya sadar dan mengerti bahwa aku setia kepadanya. Aku tidak pernah menghianati dengan menaruh hati sedikitpun kepada masnya. Ya mestipun aku dengan masnya pernah chattingan dan berjanji untuk makan bareng. Cuma semua sebatas basa-basi dan guyonan tidak penting menurutku. Buktinya hingga sekarang kami juga tidak pernah jalan atau makan berdua. Akhirnya setelah KP aku mengalahkan ego untuk memblokir masnya, karena dia tetap tidak bisa mengerti maksudku, dan itu juga karena aku malas untuk berdebat lagi dengan dia.

Setelah aku selesai KP, hubunganku dengan dia semakin baik seperti sebelum-sebelumnya, mestipun dia lebih prosesif jika aku komunikasi dengan temanku yang lawan jenis. Meskipun KP sudah selesai, tapi aku masih punya tanggungan laporan KP yang harus aku selesaikan pada awal bulan November 2017. Lagi-lagi aku bersyukur memilikinya dia membantuku untuk menyelesaikan dan mengeprintkan laporan KP ku (Memang kami selalu seperti itu saling membantu ketika salah satu membutuhkan bantuan, akupun melakukan hal yang sama kepadanya). Semakin hari aku merasa hubungan kami makin baik, hingga pada akhirnya presentasi laporan  KP tiba, dan aku mendapatkan 4 revisian (tidak terlalu berat memang). Dari 4 revisian tersebut 3 diantaranya aku mampu menyelesaikan dengan baik, sedangkan ada satu revisian yang sulit untuk aku pecahkan hingga akhirnya aku bertanya kepada karyawan tempat aku KP. Banyak diantaranya yang kurang paham tata letak cradle dan aku teringat saat itu mas (yang dicemburuin dia) pernah menjelaskan hal itu padaku saat KP dulu, namun sebelum bertanya aku mempertimbangkan lagi, kalau aku izin dia pasti dia marah dan takutnya ga diizinin, tapi kalau ga bilang ntar gak jujur namanya. Sumpah aku bingung saat itu, masalah kuliah udah berat kalo ketambahan pacar marah jadi berat lagi pikirku. Yaudah akhirnya aku mutusin buat save nomor masnya lagi (dari grup Bujangan Galangan saat itu, ini grup para bujangan yang dulu ada sekitar 15 orang yang isinya aku, nabila, fitri beserta karyawan bujang tempat aku KP, yg sekarang isinya Cuma tinggal 6 orang dan hanya 4 orang yang tersisa bujang, wkwk) tanpa ngomong ke dia, dan niatku cuma tanya aja, setelah itu akan aku hapus lagi. Saat itu, aku ngesave nomer masnya dengan nama lain, karena ntahlah pikiranku kacau, pikirku hanya takut kalo dia marah sama aku . Alhamdulillah akhirnya revisian laporan ku selesai. Seneng dong, karena satu beban berkurang. Tapi ternyata Allah tidak membiarkan pikiranku nganggur, ada beban berat yang harus aku terima yaitu menghadapi kemarahannya dia. Ntah ada angin apa tiba-tiba dia scroll whatapps ku sampe kebawah dan ada satu pesan yang aku arsipkan yaitu pesan masnya (karena itu akan aku jadikan bukti ke Dosenku bahwa aku menyelesaikan revisian tidak asal-asalan, aku tanyakan kepada orang galangan langsung) yang isinya cuma sekedar pembahasan revisian KP ku tanpa ada guyonan wkwk sedikitpun (karena memang sebelumnya aku udah jelasin dengan tegas bahwa pacarku cemburu, ya aku ingin semua jelas dan aku ingin masnya juga bisa menghargai perasaan pacarnya dan pacarku). Aku kira semua penjelaskanku akan membuat dia paham, ternyata dia marah besar dan itulah pertama kali aku berantem sama dia sampe nangis, dia merasa aku membohongi dia. Aku sudah menjelaskan kenyataannya semampu ku kedia. Saat itu dia bilang memaafkan, tapi aku gak tau hatinya bagaimana. Aku nyesel gak jujur sama dia, tapi saat itu aku berada dalam posisi kebingungan harus bagaimana 😒😭.

Jumat, 14 Desember 2018

Sebuah Komitmen Dimulai

beautiful-bloom-blooming-894753

Sebuah anugrah terindah yang Tuhan titipkan pada manusia adalah ketika kita bisa merasakan indahnya mencintai dan dicintai. Itulah yang aku rasakan saat akhirnya kamu kembali meyakini diriku menjadi pilihanmu. Mestipun, awalnya kita sama-sama ragu. Namun, saat kita bersama suasana apapun menjadi sangat cair dan selalu tertawa tanpa beban diantara kita, itulah yang membuat kita kembali menjadi yakin. Ya…. Aku sangat bahagia bersamamu… sama sepertimu yang juga terlihat bahagia bersamaku. Perasaan yang lama tak pernah aku rasakan, akhirnya kembali aku rasakan saat itu.

Farewell Party Gerigi pun akhirnya tiba, inilah hari dimana kamu mengenalkanku kepada ke 4 sahabatmu. Mereka memberikan respons positif padaku dan mereka terlihat senang juga akhirnya kamu menemukan kebahagiaanmu yaitu aku. Saat itu aku masih malu-malu karena baru pertama bertemu orang-orang baru, hanya sekedar kenalan biasa tak perlu banyak kata, namun kita sudah layaknya seperti teman-teman dekat yang berfoto-foto bareng. Oh ya, padahal saat itu aku juga bersama kedua temanku yaitu Fara dan Nabil, mereka sengaja ku tinggalkan karena aku memilih bersamamu dan teman-temanmu, alasan lain juga karena aku dan mereka juga tidak satu provinsi sewaktu Gerigi (Ah, tidak ini bukan alasan toh aku sendiri juga tidak kumpul dengan provinsi lampung saat itu). Aku bersyukur memiliki teman seperti mereka karena mereka tidak pernah membahas kesalahan temannya, dan mungkin mereka memaklumi diriku yang saat itu sedang terserang virus jatuh cinta. Hehe…. Waktu sudah menunjukan pukul 22.00 saat itu dan akupun mengajakmu pulang terlebih dahulu, meskipun sebenarnya aku tahu kalau kamu masih ingin bersamaku. Tapi apalah daya aku hanya anak rumahan yang sepertinya tak patut anak perempuan pulang terlalu malam (mestipun sering, namun masalah tugas), namun aku tetap menghormati adat istiadat di kampungku dan menjaga nama baik keluargaku.
Hari demi hari kita lewati dengan bahagia, mestipun tidak luput dari masalah juga kita hadapi, terkadang perbedaan jurusan yang membuat kita susah untuk bertemu 😭, cemburu juga hal wajar saat itu menurut kita. Seperti saat aku mulai dekat dengan teman-temanmu, kamu tak rela sepertinya aku akrab keteman-temanku seperti kamu ke mereka. Ya,,, aku mencoba menghargai pendapatmu saat itu dari sebuah pengalamam trauma  karena pernah ditikung temanmu sendiri. Baiklah, sejak saat itu aku sudah tak pernah menanyakan bagaimana kamu ke teman-temanmu, mestipun awalnya hanya ingin kenal kamu lebih dalam dari teman-temanmu karena aku baru kenal juga denganmu. Tapi sepertinya kamu adalah orang yang lebih menyukai sebuah proses seiring berjalannya waktu. Saat itu aku mulai tahu apa yang tidak kamu suka dan apa yang kamu suka. Aku mulai mengenalimu😊
Surabaya, 3 Maret 2017
Hari itu kamu marah kepadaku karena kamu tahu aku chattingan lagi dengan salah satu temanmu, namun semua bukan aku yang mulai tapi dia yang mengirimkan pesan instan kepadaku terlebih dahulu. Aku lupa isi pesannya seperti apa, yang aku ingat dia membahas tentangmu juga saat itu. Akupun membalasnya karena aku sangat antusias ketika namamu disebut. Aku sedih kamu marah, akhirnya aku menjelaskan semuanya kepadamu. Aku takut kehilangan kamu dan aku takut kamu marah kepadaku, akhirnya dengan segenap keyakinanku aku menembakmu. Aku ga peduli saat itu kamu menganggapku wanita apa, karena yang aku pikirkan aku gak ingin menunda kesempatan untuk membangun sebuah komitmen saat itu. 6 bulan lebih PDKT denganmu aku rasa cukup. Mestipun ada rasa kecewa mengapa kamu gak peka untuk menembakku lebih dulu seperti janji-janjimu sebelumnya, mestipun kamu terlebih dulu bilang padaku bahwa kamu sayang aku. Aku menunggumu saat itu, pikiranku apa yang kamu tunggu, apa yang kamu ragukan lagi dari aku kenapa tidak kamu mulai saja komitmen ini? Toh kita sudah saling tau sifat masing-masing. Apakah kamu masih ingin bebas saat itu? Tapi bagaimana dengan aku yang butuh kepastian saat itu? Apakah kita terlalu cepat membangun komitmen ini? Ntahlah biarkan waktu yang menjawab semuanya. Tapi dibalik rasa kecewaku itu, kamu gak ingin buat aku kecewa sepertinya dan akhirnya kamu menerima aku dan memulai menjalin komitmen kita menjadi sepasang kekasih saat itu. Aku bahagia dan sangat bahagia saat itu :’).
Mestipun awalnya aku berpikir kamu terpaksa menerimaku, tapi aku menjalani hari-hari bahagia sebagai pacarmu. Namun, akhirnya sebuah kebohongan terungkap. Aku meminta pertemanan denganmu di Path. Aku mencoba stalking pathmu setelah kamu acceptnya dan aku menemukan jawaban dari semua keraguanku, kamu pernah jalan dengan perempuan lain tapi kamu bilang kepadaku itu adikmu, jelas-jelas aku tau siapa adikmu. Hatiku hancur saat itu, aku marah, aku kecewa, aku berfikir apakah karena dia kamu ragu sama aku?? Aku tidak pernah berfikir bahwa kamu saat itu mendekati aku juga dia. Aku mencoba bertanya pada teman-temanmu apakah benar apa yang aku lihat, dan temanmu mencoba memberi penjelasan sebaik mungkin hingga aku percaya bahwa dia hanya teman bagimu tidak lebih. Mestipun rasanya aku sudah kecewa denganmu, tapi lagi-lagi rasa sayangku masih dapat dikalahkan egoku. Aku gak mungkin menyelesaikan hubungan ini begitu saja, aku hanya berusaha mempercayaimu lagi seperti semua tidak pernah terjadi apa-apa. Aku mencoba mendengarkan semua penjelasanmu dan aku berusaha menerima semuanya. Sulit memang, tapi aku bisa melupakan semua kesalahanmu karena aku mencintaimu. Aku tahu kamu menyesal atas semua yang kamu lakukan, kamu berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan membuatku kecewa lagi. Hubungan kita semakin lebih baik setelah itu. Bahkan aku merasakan kamu begitu tulus mencintaiku saat itu, dengan bagaimana caramu menyikapiku saat aku marah, manja, saat aku sedih, saat aku dilanda masalah apapun kamu selalu menemaniku. Aku bersyukur kepada Tuhan karena telah mengirimkan seorang yang menjadikanku wanita begitu spesial, aku bahagia dan sangat bahagia dapat merasakan kasih sayang seorang bapak, kakak, teman dan pacar mengumpul menjadi satu dalam dirimu. Namun, kebahagiaan itu membuatku lupa akan orang-orang terdekatku aku terlalu nyaman dengan kamu. Aku juga semakin sering jalan-jalan bersama mu dan teman-temanmu daripada kumpul dengan teman-temanku 😒. Mungkin saat itu Tuhan sedang membuatku lupa akan nikmat dunia yang hanya sementara.

Kembali Menemukan Kepingan Hati yang Hilang

Dalam hidup terkadang kesendirian membuat jenuh yang amat sangat. sebuah perhatian dan kasih sayang adalah obat untuk kejenuhan yang mampu membuat tersenyum sendiri (kadang-kadang). 3 tahun bertahan dalam sebuah kesendirian memang tak masalah menurutku, karena aku pun menikmati masa sendiri itu. Namun, siapa sangka sebuah pertemuan akhirnya terjadi antara kita (aku dan kamu) yang saat itu tak mengenal bahkan tak berharap saling menemukan. Takdir Tuhan siapa yang bisa menolaknya, kita dipertemukan dalam sebuah acara Kampus. Sebuah acara untuk mahasiswa baru dalam mengenal dunia kampus dan teman-teman baru diberbagai jurusan kampus. Saat itu kita dipertemukan menjadi partner KP (Kakak Pendamping) Kota Mesuji di provinsi Lampung (ini hanya sebuah penamaan untuk kelompok saat itu). Dari awal perkenalan jujur aku sangat sebel denganmu karena kamu adalah cowok yang tidak peka menurutku, karena aku yang harus menghubungi dirimu terlebih dahulu. Hahaha… pikirku kamu cowok harusnya yang memulai menghubungi dong. wkwk, ah… (jadi tersenyum mengingat hal itu). Enggak, itu gak masalah kok siapapun yang menghubungi terlebih dahulu jika kita butuh gak ada larangan kok cewek atau cowok. Akhirnya aku yang menghubungimu terlebih dahulu untuk membicarakan konsep grup mesuji bagaimana nantinya. Oh ya, sebenernya aku males banget ikut acara ini, karena sebelumnya sudah pernah ikut dan saat itu aku dapat bagian kerja yang sangat membosankan. namun, karena paksaan dari teman aku pun ikut. wkwk…. Namanya juga terpaksa jadinya setengah hati ikutnya dan jarang banget ikut rapat, akhirnya kebingungan waktu mendekati hari- H nya, makanya saat itu mencoba koordinasi sama kamu dan sempat khawatir kalo kamu ga datang waktu hari H (bisa mati nih harus sendirian ndampingi 28 orang), pikirku saat itu.. hehehe…..


.....
Surabaya, 23 Agustus 2016

Tibalah hari dimana pra gerigi dimulai, saat itu hari pertama dimana aku berjumpa langsung dengan adik-adik Mesuji, dan itu juga hari dimana aku pertama kali berkenalan denganmu (perkenalan yang sangat konyol memang dan gak akan pernah ku lupa). Rasa malu mungkin diawal dan kita ngobrol apa adanya saja saat itu. Tidak ada yang spesial diawal kita bertemu rasanya dan semua berjalan sewajarnya saja. Saat itu adik-adik mendapatkan sebuah penugasan dengan membuat paper mop yang nantinya akan dibuat puzzle dipenutupan acara. Dari sini kakak pendamping ditugasi untuk mengoreksi hasil pekerjaan adik adik setiap kota yang dipegang. Hal inilah yang buat aku dan kamu akhirnya sering chattingan untuk membicarakan pengoreksian tugas tersebut. 2 hari setelahnya kita bertemu lagi di lapangan koni untuk mengoreksi paper yang telah dibuat adik-adik Mesuji, namun karena sudah malam dan lapangan koni saat itu tidak ada seorang cewek sama sekali akhirnya aku memutuskan berpamitan untuk pulang terlebih dahulu dan kamu pun memahami hal itu. Setelah itu, kita jadi lebih sering chattingan, namun hanya sekedar berkoordinasi teknis acara dan pengumpulan penugasan tersebut. Yaaa semua tampak biasa saja memang.

.....

Surabaya, 26 Agustus 2016

Tibalah hari dimana acara tersebut dimulai. Namun, hari itu aku lupa tidak membawa almamater, mau balik ke rumah tapi waktu tidak memungkinkan. akhirnya aku menghubungi kamu bahwa aku lupa tidak membawa almamater. Bingung, takut dll saat itu. Namun, kamu lagi-lagi menolongku dengan meminjamkan almamater temanmu saat itu, Alhamdulillah :). Hari pertama gerigi berjalan dengan lancar. Penugasan untuk hari berikutnya telah kamu berikan pada adik-adik Mesuji (lagi-lagi aku mengandalkanmu, karena aku rasa kamu lebih pede saat berbicara dengan orang-orang baru). Setelahnya kita dan adik-adik mesuji berfoto-foto dihari pertama gerigi dan saat itu kamu mulai berani modus ke aku namun saat itu aku menganggapnya biasa saja dan adik-adik Mesuji mulai ber ciye-ciye riya melihat caramu modusin aku. hahaha dasar cowok. wkwk
Oh ya, selain kita yang mendampingi adik-adik mesuji ada juga 2 fasil yang menemani. Hari pertama acara tidak seberapa capek karena hanya setengah hari, setelahnya kami berempat pergi ke MCD untuk melepas penat dan saling ngobrol satu sama lain. Lagi-lagi kamu mulai menggodaku di depan mereka sampai bertukar tempat duduk disebelahku, hahaha… awalnya ilfeel dengan tingkah laku modusanmu tapi ntah itulah yang membuatku nyaman padamu akhirnya 😍…

3 hari acara kita lewati bersama dengan suka duka bareng, dan selama 3 hari aku juga mengandalkan mu gara-gara kamu bilang “Selama ada cowok, cewek ga boleh ngapa-ngapain” haha munculah niat memanfaatkan dalam diriku πŸ˜…. 3 Hari bersama membuat kita semakin intens chattingan mulai membicarakan kuliah, mantan dan hingga hobby kita saat itu. Ntahlah mengapa secepat ini aku bisa mulai dekat denganmu. Di hari terakhir acara sedih banget, tidak terasa acara sudah selesai dan bakalan susah ketemu dengan adik-adik Mesuji dan kamu. Pikirku semua akan selesai saat ini, tapi tidak setelah acara kita pun masih berlanjut komukasi dan kamu pun mengajakku jalan pertama kalinya. Awalnya memang aku gamau, karena kita baru kenal, perasaan labil saat itu membuat aku menarik ulur janjiku untuk nonton sama kamu, sampai kamu sedikit kecewa dan aku pun akhirnya mau nonton denganmu.

Hubungan kita semakin dekat dan kita sering jalan berdua saat itu, kamu mulai memberi kode-kode bahwa kamu tertarik dan ingin mengenalku lebih. Aku ragu saat itu, aku takut untuk mencintai lagi setelah aku gagal menjalin hubungan sewaktu SMA. Hal ini yang membuat labil dan sempat membuatmu kecewa dan ingin pergi dari diriku. Namun, aku tak mampu membohongi diriku sendiri jika akupun memiliki perasaan yang sama denganmu dan aku mengakui bahwa aku mau membuka hati buatmu, semakin aku ingin menghindarimu semakin aku ingin dekat denganmu, aku mulai nyaman denganmu, aku mulai terbiasa dengan hadirmu dan aku ingin kamu. Namun, kita memutuskan untuk tidak langsung berkomitmen kita memutuskan untuk menjalani saja seiring berjalannya waktu. Ntah kenapa semakin dekat denganmu aku merasakan tidak ingin kehilanganmu mestipun rasanya ingin saja menghindar karena sikapmu yang tiba-tiba ragu padaku. Ntah kenapa… sedih rasanya 😭. Ntahlah aku pun tak paham mengapa seperti ini padamu…maafkan aku. Namun yang aku tau saat itu aku nyaman sama kamu dan aku ga ingin kamu pergi…..πŸ˜₯